03/06/24

Temanku, Rania...

Plot 1: perkenalan

Namaku Laifah, 6 tahun berturut-turut aku sekelas dengan teman ku—Rania. Tahun berikutnya aku akan lulus dari sekolah dasar, dan akan berpisah dengan Rania, hal itu membuatku sedih.

Sekarang aku berada di bangku SMP, sedih mengetahui Rania tidak 1 sekolah denganku. Saat masuk ke kelas untuk pertama kalinya, lalu ada 1 murid yang mengajak ku berkenalan "Hai, nama kamu siapa?" Gadis itu mengulurkan tangannya. "Halo, aku Laifah" Aku menyambar dengan senyuman.

Jam istirahat tiba, sebelum nya gadis itu bernamanya Rida. Aku beranjak berdiri dari kursi, Rida langsung mengajak ku ke kantin. Sikap Rida mengingatkan ku dengan Rania, dia sekarang di mana ya?

Kalo mengingat masa SD tuh, hal yang paling bikin ku penasaran adalah cerita dari Rania yang suka ngomongin cowok yang dia suka, bagaimana Rania bisa mengagumi lelaki itu?

Plot 2 : konflik

Karena dari tadi ngelamunin masa SD, aku tak sengaja menabrak seorang lelaki, rempah makanan yang ku bawa mengenai seragamnya. Sepertinya lelaki itu akan marah.

Oh, ternyata tidak, lelaki itu tak marah dan hanya menghembuskan napasnya. "MAAF!" Aku segera menuju ke kelas, untuk mengambil pembersih, namun aksi ku di hentikan oleh lelaki itu "Udah gausah, dan lu harusnya jangan ngelamun gitu sambil bawa sesuatu" Lelaki itu mencoba membersihkan kotoran yang menempel di seragamnya, akibat apa yang ku perbuat.

Untungnya kejadian itu tidak berlangsung lama, aku dan Rida segera menuju ke kelas. Bel pun berbunyi, aku sempat melirik ke arah pintu, ternyata! Lelaki yang tadi ku tabrak, satu kelas dengan ku?! Lalu lelaki itu menyadari keberadaan ku.

Aku mulai menutupi wajah dengan buku yang ada di mejaku, tetapi lelaki itu sudah berada persis di depanku. "Lo Laifah yakan?" Tanya lelaki itu yang membuat ku untuk menaruh kembali buku yang kubuat untuk menutupi wajah ku.

Plot 3 : kebenaran

Lelaki itu menarik kursi orang lain dan seperti nya akan duduk di depan ku, mukanya terlihat sangat penasaran dengan apa yang akan ku jawab. "Gua yakin, lu itu Laifah. Oh masih mikirin kejadian yang di kantin? Udah gua ga masalah. Lu pasti kenal Rania kan?"

Aku terkejut parah, aku mengepalkan kan kedua tanganku, rasa rindu ku muncul kembali, aku sampai sekarang belum mendengar kabar dari Rania. "Iya.. aku Laifah, bagaimana kamu mengetahui Rania?" Aku kembali melemaskan tangan ku, dan mengatur napas ku.

Lelaki itu terkekeh "akhirnya lu buka mulut, sebelum gua jelasin, gua Arva. Rania itu suka banget ngomongin gua ke elu". Aku tak menyangka sama sekali, jadi cowok yang sering diomongin oleh Rania, adalah dia?!

"Jadi pas acara wisuda kelulusan selesai, Rania mengalami kecelakaan, dan tak sadar sampai sekarang. Dia titip pesan ke gua, kalo dia mau ketemu sama elu fa". Pantas saja aku tak mendengar kabar dari Rania, medengar penjelasan itu udah cukup menyayatkan hatiku, aku ingin sekali bertemu dengannya.

Bersambung...
Vocaloid - Kagamine Len