16/12/24

Setelah Beraktivitas

     Selesai kegiatan sekolah, Sera sudah tidak memiliki energi untuk melanjutkan kegiatan berikutnya. Sera berjalan dengan sempoyongan menyusuri lorong menuju ke arah kelasnya.

Sera membuka pintu dengan perlahan, lalu memasuki kelas itu. Sera terduduk lemas di dekat papan tulis. Meski tak ada seorang pun di kelas itu, Sera berusaha bersandar ke tembok.

Sekitar 3 menit kemudian, seseorang memasuki kelas. Ternyata itu Reval yang berniat mengambil sebotol air minum di mejanya. Ia menyadari bahwa Sera sedang kelelahan menjelang acara kegiatan sekolah.

"Air mineral kamu yang mana, Ra?" tanya Reval dengan penuh perhatian.

Sera terkejut, terdiam sejenak, lalu menjawab, "Ada di meja yang ketiga, Val. Botol warna biru." Tanpa menunggu, Reval langsung mengambil botol yang dimaksud dan menghampiri Sera. "Makasih, Val. Maaf jadi merepotkan," ucap Sera sambil menunduk. Ia membuka tutup botol dan meneguk airnya perlahan.

"Ra, kamu masih sanggup ikut kegiatan berikutnya?" tanya Reval dengan nada prihatin.

"Aku istirahat di sini lima menitan dulu, setelah itu bisa lanjut," jawab Sera, berusaha mengatur waktunya agar tidak terlalu lama beristirahat.

"Ya udah, aku lanjut kegiatannya ya."

"Oke."

Reval berjalan ke arah pintu sambil melambaikan tangan, mendorong gagang pintu, lalu menutupnya dengan perlahan. Sera yang ditinggal sendiri akhirnya menghela napas panjang, tak lagi menahan rasa lelahnya.

Tak lama kemudian, tubuhnya merosot ke lantai hingga punggungnya menyentuh dinginnya ubin. Matanya mulai sayup-sayup, tanda kesadarannya mulai menghilang. Akhirnya matanya tertutup rapat, pikirannya gelap gulita. Namun ini berbeda—Sera pingsan tak sadarkan diri. Ia tak bisa menggerakkan tubuhnya yang terasa sangat berat.

Matanya tak mungkin terbuka. Dalam pikirannya, ia hanya bisa pasrah karena memang sejak awal belum beristirahat.

...

Di lapangan, guru mengumumkan bahwa semua murid dipulangkan lebih cepat karena akan ada rapat guru. Mendengar ini, Reval bersorak gembira dan berniat memberitahu Sera yang sedang istirahat.

Tiba-tiba ia tersadar—Sera belum kembali ke lapangan selama lebih dari 10 menit. Kenapa? Rasa penasarannya terjawab saat ia menemukan Sera tersungkur di lantai. Reval panik, wajahnya pucat pasi. Dengan pikiran kalut, ia mengangkat tubuh Sera yang terasa sangat panas. Apakah Sera terkena demam tinggi?

...

Sekitar jam 2 siang, semua murid di luar UKS sudah pulang ke rumah masing-masing. Sera akhirnya terbangun dengan dahi dibalut kompres. Ia mengamati sekitar dan menyadari dirinya berada di UKS.

Sera menoleh ke kiri, melihat Reval yang tertidur di sampingnya. "Val?" panggilnya sambil mengelus rambut Reval yang lembut. Reval terbangun kaget dan melihat Sera sudah sadar. Ia tersenyum lalu memeluk Sera.

"Syukurlah kamu baik-baik saja. Aku takut kondisimu semakin parah." Reval melepaskan pelukannya agar tidak menyakiti Sera.

"Yah... alasannya lumayan panjang kenapa aku sampai pingsan," kata Sera sambil mengelus kepalanya.

"Coba ceritakan," ujar Reval dengan serius. Sera mengatur posisi duduknya agar lebih nyaman.

"Intinya, sebelum masuk sekolah aku sudah kurang tidur. Kemarin ada hal yang harus diselesaikan, dan itu cukup berat. Itu saja," jelas Sera sambil mengingat-ingat kejadian sebelumnya.

"Lain kali, kamu nggak perlu memaksakan diri menyelesaikan semuanya. Aku bisa membantumu, atau kalau kamu keberatan, setidaknya coba manajemen kegiatanmu itu," saran Reval dengan bijak. Sera terdiam sejenak.

"Kamu benar, seharusnya aku mengatur waktuku lebih baik. Terima kasih sarannya," Sera tersenyum lalu mencoba turun dari kasur, tapi Reval menghentikannya.

"Kamu yakin sudah mendingan? Nggak apa-apa kalau masih mau istirahat di sini. UKS tutup sebelum gelap kok," Reval meyakinkan Sera, melihat wajahnya yang masih agak pucat.

"Oh ya? Kalau gitu aku istirahat lagi deh," Sera terkekeh dan kembali berbaring di kasur yang empuk itu.UKS itu dilengkapi pendingin ruangan, sedangkan di rumahnya belum tentu ada.

Melihat tingkah Sera, Reval ingin tertawa tapi ditahannya. Mereka pun melanjutkan obrolan dengan topik yang berganti-ganti.

...

Vocaloid - Kagamine Len